ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
KELAS 5 SEMESTER 2
PERJUANGAN PARA TOKOH DAERAH DALAM MELAWAN PENJAJAH
A. PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA
1. Jatuhnya Daerah-Daerah di Wilayah Nusantara ke dalam
Kekuasaan
Pemerintah Belanda
Sebelum
dijajah bangsa asing , Indonesia terdiri atas beberapa kerajaan yang merdeka.
Diantara kerajaan-kerajaan itu ada yang kekuasaannya meliputi seluruh Nusantara
, seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
Kekayaan
hasil alam Indonesia berupa rempah-rempah menarik bangsa asing untuk datang ke
Indonesia. Seperti Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang.
Portugis merupakan bangsa asing yang pertama masuk ke
Indonesia . Mereka mendarat di kepulauan Maluku yang kaya rempah-rempah pada
tahun 1511 dan akhirnya menguasai perdagangan di Pulau tersebut. Tak lama kemudian
Bangsa Spanyol juga datang ke Maluku pada tahun 1521.
Tahun
1596 , Belanda datang ke Indonesia , dipimpin oleh Cornelis de Houtman.
Mendarat di Kepulauan Banten, Jawa Barat. Mereka ingin menguasai perdagangan di
tanah air kita. Kemudian Belanda mendirikan perkumpulan dagang yang disebut VOC
( Vereenigde Oost Indische Compagnie ) atau Perserikatan Dagang Hindia Timur.
Dari Banten, Belanda terus berusaha untuk meluaskan
kekuasaannya sehingga berhasil menguasai Nusantara. Dengan cara menghasut dan
memfitnah , bangsa Belanda dengan mudah berhasil mewujudkan keinginannya untuk
menguasai wilayah Nusantara. Politik adu domba dijalankan oleh Belanda dengan
memanfaatkan para raja dan pembantu dekat raja , sehingga terjadi konflik
diantara mereka. Mereka juga tergiur dengan iming-iming harta dari kaum
penjajah, tanpa menyadari bahwa kedatangan mereka tersebut akan menyengsarakan
rakyatnya.
2.
Sistem Kerja Paksa dan Penarikan Pajak Yang Memberatkan Rakyat
Kerja
paksa pada masa penjajahan Belanda disebut Kerja Rodi. Rakyat Indonesia dipaksa
bekerja Untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai Panarukan tanpa mendapatkan
upah. Proyek pembangunan jalan sepanjang 1000 km yang terbentang dari ujung
Jawa Barat sampai Jawa Timur itu dipimpin oleh seorang Jendral Belanda yang
bernama Daendels. Itulah sebab mengapa jalan tersebut di sebut dengan Jalan
Daendels
. Selama pembangunan jalan, banyak korban yang mati karena kelaparan , kehausan, atau karena dicambuk. Selain itu masih banyak kerja paksa yang dilakukan oleh Belanda, seperti membangun jembatan, menebang kayu dan pembuatan tempat-tempat pertahanan yang semuanya itu adalah untuk kepentingan penjajahan Belanda.
. Selama pembangunan jalan, banyak korban yang mati karena kelaparan , kehausan, atau karena dicambuk. Selain itu masih banyak kerja paksa yang dilakukan oleh Belanda, seperti membangun jembatan, menebang kayu dan pembuatan tempat-tempat pertahanan yang semuanya itu adalah untuk kepentingan penjajahan Belanda.
Disamping kewajiban kerja paksa, penjajah Belanda juga
menerapkan sistem tanam paksa yang diciptakan oleh Van Den Bosch. Dalam sistem
ini rakyat harus menyediakan sebagian tanahnya untuk ditanami tanaman-tanaman
yang laku dijual di Eropa, seperti kopi, tembakau, tebu, dan lain-lain. Hasil
tanaman ini harus diserahkan kepada pemerintahan Belanda untuk dibeli dengan
harga yang telah ditetapkan. Tanah yang digunakan untuk tanam paksa dibebaskan
dari pajak tanah. Bagi mereka yang tidak mempunyai tanah harus bekerja di kebun
perusahaan pemerintah selama 65 hari tiap tahunnya. Karena ketidakadilan ini,
sistem tanam paksa banyak mendapat kecaman dari bangsa Belanda itu
sendiri.Salah satu kecaman ini datang adri Eduard Douwes Dekker, yang terkenal
dengan nama samaran Multatuli. Pada tahun 1860 ia menulis buku yang berjudul “
Max Havelaar “ yang berisi lukisan penderitaan rakyat pada waktu itu.
Penjajah juga selalu berusaha memaksakan monopoli dagangnya
dimana-mana dengan berbagai cara. Para pedagang Indonesia dilarang mengadakan
hubungan dagang dengan bangsa lain selain Belanda.
3. Perjuangan Para Tokoh Daerah Untuk Mengusir Penjajah
A. Perjuangan Sultan Agung
Adalah
raja mataram yang paling terkenal. Untuk mengusir belanda, Sultan Agung
mengerahkan 10.000 prajurit ke Batavia, namun serangan ini gagal. Sebab,
Belanda mendapat bantuan dari daerah lain.
Belajar
dari kegagalan yang pertama , tahun 1629 Sultan Agung menyerang lagi, namun
serangan ini pun mengalami kegagalan, karena belanda membakar gudang-gudang
beras persediaan bahan makanan bagi prajurit mataram. Akibatnya prajurit
mataram kekurangan bahan makanan dan terjangkit berbagai macam penyakit.
Walaupun telah 2 kali mengalami kegagalan , Sultan Agung
telah menujukan kepada Belanda bahwa bangsa Indonesia tidak mau dijajah. Beliau
berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara.
B. Perjuangan Pattimura
Pattimura
adalah pahlawan dari Maluku. Belannda menguras semua hasil alam yang dimiliki
Kepulauan Maluku, seperti Rempah-rempah, akibatnya rakyat hidup sengsara dan
menderita. Melihat hal itu Pattimura bangkit memimpin rakyat Maluku untuk
mengusir Belanda. Pasukan Pattimura berhasil merebut benteng Duursted pada
tanggal 16 Mei 1817. Dalam peristiwa ini menewaskan Residen Van Den Berg dan
sebagai balasan atas kekalahannya ,Belanda mendatangkan bala bantuan yang lebih
banyak dan dengan senjata lengkap untuk merebut benteng itu kembali.
Pattimura pantang menyerah dan tidak takut terhadap Belanda.
Dengan bantuan seorang pahlawan putri yang bernama Kristina Matra Tiahahu,
pattimura bersama rakyat berjuang terus untuk mengusir Belanda. Namun pattimura
berhasil ditangkap oleh Belanda dan kemudian dibujuk untuk bekerjasama , namun
ditolak dengan tegas. Akibat penolakan ini, Belanda memutuskan untuk menghukum
gantung pattimura dan pattimurapun berkata dengan lantang : “ Pattimura tua
boleh dihancurkan, tetapi pattimura-pattimura muda akan bangkit.”
C. Perjuangan Untung Suropati
Wilayahnya
dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Perlawanan Untung Suropati dipicu oleh
ketidak adilan dan penghianatan bangsa Belanda terhadap Bangsanya.
Perlawanannya dimulai tahun 1686 di Jawa Barat, kemudian diteruskan ke Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Di jawa Tengah Untung Suropati mendapat bantuan dari
Sunan Amangkurat II . Dikartasura, Untung suropati berhasil mengusir pasukan
Belanda dan membunuh pimpinannya Kapten Tack. Setelah sebagian daerah Jawa
Timur berhasil dikuasai, Untung Suropati kemudian mengangkat dirinya sebagai
adipati Wiranegara. Pusat pemerintahannya di Bangil, Jawa Timur. Kedudukan
Untung Suropati semakin kuat setelah Amangkurat III menggabungkan diri.
Tahun1706 dibantu pasukan Mataram, Belanda menyerang Bangil
. Kota Bangil di pertahankan mati-matian, hingga banyak menimbulkan korban dari
kedua belah pihak, termasuk Untung Suropati.
D. Perjuangan pangerandiponegoro
Dengan
segala siasat, belanda berhasil menanamkan pengaruhnya di kerajaan Mataram.
Rakyat ditindas dengan beban berat seperti kerja rodi dan diberlakukannya
bermacam-macam pajak. Kerajaan Mataram pun dipecah menjadi 4 kerajaan kecil
yaitu Surakarta, Jogjakarta, Mangkunegara, dan Paku alaman. Cara hidup sebagian
bangsawan Mataram sangat dipengaruhi oleh Belanda, sehingga menyimpang dari
norma ajaran Islam.
Melihat
keadaan itu Rden Mas Ontowiryo(Pangeran Diponegoro) dari kasultanan Yogyakarta
berkeinginan mengusir Belanda. Perang dimulaisetelah Belanda membuat jalan
melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro. Berlangsung tahun 1825-1830 dengan
pusat pertahanan di Selarong. Pimpinan yang membantu pangeran Diponegoro dalam
perang ini adalah pangeran Mangkubumi, Kiai Mojo, dan Sentot Pawirodirjo.
Diponegoro menggunakan siasat perang gerilya. Siasat ini berhasil. Perang
kemudian meluas kedaerah Banyumas, Kedu, Surakarta, Semarang, Demak, Grobogan,
Rembang, dan Madiun.
Karena kualahan, Jendral De Kock melakukan suatu tipu
muslihat denan cara menyerah. Belanda menyusun strategi untuk berpura-pura
ingin melakukan perundingan untuk menangkap Pangeran Diponegoro. Perundingan
dilaksanakan di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke
Menado yang kemudian dipindahkan ke Makasar sampai wafatnya tahun 1855.
E. perjuangan Tuanku Imam Bonjol
Perlawanan
rakyat di wilayah Minangkabau, Sumatra Barat, terhadap Belanda dipimpin oleh
Imam Bonjol. Perlawananyang disebut juga perang Paderi ini berkobar mulai tahun
1821 -1837.
Pada
awalnya, perang Paderi terjadi karena adanya perselisihan antara kaum adat dan
kaum Paderi. Kedua kaum tersebut tidak sepakat mengenai pelaksanaan ajaran
Islam. Kaum Paderi berkehendak untuk melaksanakan ajaran Islam secara murni dan
tidak tidak terpengaruh adat, sedangkan kaum adat berpendapat sebaliknya.
Masing-masing golongan saling mempertahankan pendapatnya, sehingga pertikaian
pun tidak terelakan lagi.
Peristiwa
ini merupakan kesempatan baik bagi Belanda untuk merebut Sumatra Barat, degan
siasatnya yaitu politik adudomba. Belanda kemudian membantu pihak yang
lemah,yaitu kaum adat,untuk menghadapi kaum Paderi.Kesua kaum itu sama-sama
menyadari bahwa peristiwa ini hanya akan menguntungkan Belanda semata.Kaum
Paderi dan Adat kemudian bersatu melakukan perlawanan terhadap Belanda.
Namun
sayang,akibat taktik licik belanda,Tuanku Imam Bonjol di tangkap.Beliau
diasingkan ke Cianjur dan tidak lama kemudian dipindahkan ke Ambon dan Makasar
sampai wafatnya.
F.Perjuangan pangeran Antasari
Pangeran
Antasari adalah pejuang dan pahlawan dari kalimantan.Bertepatan dengan
penggantian tahta kerajaan, Belanda menghendaki Tamjid Illahi untuk naik
tahta,hal ini untuk menguntungkan Belanda.Melihat hal ini kemudian rakyat
mendekati Pangeran Hidayattulah yang lebih berhak menduduki tahta
kerajaan.Belanda berusaha menyelesaikan permasalahan dengan cara
kekerasan,akibatnya perlawanan rakyat mulai berkobar pada tauhun 1859 di bawah
pimpinan Pangeran Hidayattulah.Namun Pangeran Hidayattulah tertangkap dan di
asingkan di Cianjur.
Pangeran
Hidayattulah digantikan dengan Pangeran Antasari, Pangeran Antasari dan rakyat
kalimantan mempertahankan wilayah kalimantan dengan mati-matian sampai tahun
1863.
G.Perjuangan rakyat Aceh
Dimulai
tahun 1873 terjadi karena Belanda ingin menguasai Aceh yang terlentak dipintu
gerbang selat malaka.Letak Aceh sangat strategis untuk menguasai Nusantara.
Serangan
pertama Belanda di bawah pimpinan Jenderal Kohler berhasil di patahkan oleh
pasukan rakyat Aceh yang dipimpin antara lain oleh Teuku Umar,Cut Nyak Dien,
Teuku Cik Di Tiro, Panglima Polem dan Cut Mutia.Jenderal Kohler tewas dan
prejutitnya kembali ke Batavia. Dengan segala taktik Belanda berhasil menguasai
Kotaraja. Hendak menguasai daerah di luar kota, Jenderal Pel tewa dalam perang.
Belanda menggunakan siasat kultur stelsel yang bersifat mempertahankan diri
dalam benteng, namun gagal. Teuku Umar berhasil memperdayai Belanda denga cara
menyerah dan kembali menyerang Belanda. Padatun 1899 Teuku gugur di medan
perang sebagai pahlawan bangsa, namun perlawanan rakyat terus berkobar sampai
tahun 1903.
H. perlawanan Sisingamangaraja XII dan Rakyat Batak
Dipimpin
oleh Raja Batak sisingamangaraja XII di daerah Tapanuli, tahun 1883-1907. Pada
tahun 1907 Sisingamangaraja tertembak dan gugur, namun sesuai kepercayaan
rakyat Batak rohnya dipercaya masih ada melawan penjajah Belanda, dan rakyat
Batak dengan semangat melanjudkan perjuangan melawan Belanda
B. PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
1. pendudukan Jepang di Indonesia
Berakhirnya
penjajahan Belanda tidak berarti berakhirnya masa penjajahan di
Indonesia. Setelah dijajah Belanda, Indonesia jatuh ketangan Jepang. Dengan
tujuan mengaruk kekayaan alam di Indonesia.
Pendudukan
ini diawali dengan meletusnya perang dunia II tahun 1939. Perang
dunia II adalah perang antara blok negara sekutu melawan Jerman, Italia, dan
Jepang. Blok negara sekutu terdiri atas, Amerika Serikat, Inggris, Perancis,
Cina dan Belanda.
Pada
tahun 1941, Jepang berhasil merebut dan menduduki Malaysia, Hongkong, Filipina,
dsn Singapura. Dari Singapura, bala tentara Jepang maju menyeerbu Indonesia
yang waktu itu masih dijajah Belanda. Jepang berhasil merebut dan menduduki
Indonesia. Pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada
Jepang di kalijati, Purwakarta, jawa Barat.
Pada
bulan April 1942, pemerintah Jepang mengkampanyekan gerakan tiga A, yaitu:
- Jepang
cahaya Asia
- Jepang
pelindung Asia
- Jepang
pemimpin Asia
Namun gerakan ini tidak mendapat dukungan rakyat, lahirlah
gerakan pemuda yang berhalauan kebangsaan bernama barisan banteng. Namun
kemudian dibubarkan oleh Jepang karena tidak menguntungkan. Kemudian pemerintah
Jepang mendirikan Pusat Tenaga Rakyat(putera). Jepang mengangkat 4 orang tokoh
nasional(4 serangkai) yaitu Ir Sukarno, Drs Moh Hatta, Ki Hajar Dewntara, dan
KH Masmansyur sebagai pemimpin. Empat serangkai tersebut bersedia menerima
penunjukan dan pengangkatan Jepang, namun mereka mempunyai maksud dan jutuan
yang berbeda dengan maksud dan tujuan Jepang. Empat serangkai ingin menggunakan
putera sebagai wadah perjuangan bangsa indonesia bangsa Indonesia untuk
mempersiapkan diri merebut kemerdekaan. Jepang tidak pernah merasakan sumbangan
putera bagi kepentingannya, putera dibubarkan dan Jepang membentuk Jawa
Hokokai(kebaktian rakyat Jawa).
Jepang
mulai digempur oleh sekutu dan menggerakkan para pemuda Indonesia untuk
membantu para sekutu. Pemuda-pemuda yang dididik setang militer tersebut
dihimpun dalam beerbagai organisasi seperti Seinenden(barisan pemuda), dan
Keibodan(barisan pembantu polisi). Jepang juga membentuk tentara pembela tanah
air(peta). Sebagai pemimpin peta Supriadi. Bnanyak para pemuda yagn memanfaatkan
kesempatan belajar sebanyak-banyaknya dalam bidang kemiliteran untuk
mempersiapkan diri menyongsong kemerdekaan tanah air.
2. Sebab dan Akibat Pengerahan Tenaga Romusha Oleh Jepang
Terhadap Indonesia
Jepang
di zaman dahulu sangat berbeda dengan Jepang di zaman sekarang. Dahulu adalah
penjajah yang sangat kejam bagi Indonesia, sekarang Jepang terkenal sebagai
negara yang maju khususnya dibidang industri.
Di
masa pendudukan Jepang rakyat Indonesia sangat menderita karena Jepang lebih
kejam dari Belanda. Jepang ingin mencari keuntungan negrinya sendiri. Hal ini
mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia, yakni makanan sulit didapat
sehingga kelaparan terjadi dimana-mana, pakaian pun sulit didapat, rakyat pun
terpaksa memakai kain yang terbuat dari kaurng goni. Semua kegiatan ditujukan
untuk kepentingan Jepang. Rakyat dipaksa menanam tumbuhan jarak karna minyaknya
digunakan pelumas mesin-mesin perang dan pesawat terbang Jepang.
Seperti
penjajah Belanda, Jepang pun menetapkan kerja paksa bagi Indonesia. Kerja paksa
ini disebut romusha. Romusha dipakai karena Jepang ingin melindungi dirinya
dari dari serangan sekutu dengan cara membangun benteng-benteng dan
jalan-jalan. Akibatnya rakyat indonesia sangat menderita karena para romusha
dipaksa bekerja tanpa upah. Bahka ada rakyat yang ditangkap dan dikirim untuk
romusha ke luar jawa atau luar negeri. Rakyat yang dijadikan romudha tidak
hanya laki-laki tapi juga perempuan. Banyak juga romusha yang jatuh sakit dan
meninggal dunia. Penderitaan rakyat sangat berat. Sebagai romusha rakyat tidak
ada bedanya dengan budak yang menerima perlakuan kejam dari penjajah.
C. TOKOH PENTING PERGERAKAN NASIONAL
1.
RADEN AJENG KARTINI
Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Kabupaten
Jepara, Jawa Tengah. R.A Kartini merupakan putri dari Bupati Jepara yang
bernama Sasraningrat. R.A Kartini adalah salah seorang diantara anak-anak yang
beruntung bisa mengenyam pendidikan . Ia merupakan murid yang cerdas sehingga
dapat menamatkan pelajarannya ditingkat SD. Namun sayangnya, RA Kartini
dilarang melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah karena sesuai aturan
yang ada, anak gadis yang berusia 12 tahun harus mulai dipingit dan tidak boleh
keluar rumah. Larangan itu dipatuhi oleh Kartini dengan ikhlas karena rasa
cinta dan hormatnya kepada orang tua. Walaupun dipingit, ia ingin agar
perempuan Indonesia mendapatkan pendidikan yang tinggi . Ia berpendapat bahwa bangsa
Indonesianya tidak akan maju apabila kaum perempuannya terbelakang. Cita-cita
ini sering ditulis dalam surat-surat kartini yang dikirimkan kepada sahabatnya
dinegara belanda. Surat-surat yang ditulis dalam bahasa Belanda itu kemudian
dikumpulkan dan dibukukan oleh YH.Abendanon. selanjutnya diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia oleh Armyn Pane dengan judul “ Habis Gelap Terbitlah Terang “.
RA Kartini bersama suaminya yaitu seorang Bupati di Rembang
bernama Adipati Joyo Adiningrat mendirikan sekolah perempuan.
RA Kartini wafat pada tahun 1904 dan dimakamkan di Mantingan
, Kabupaten Rembang , Jawa Tengah.
2.
DEWI SARTIKA
Dewi Sartika adalah seorang perempuan yang dilahirkan di
Bandung, Jawa Barat. Seperti halnya kartini, Dewi Sartika juga bercita-cita
mengangkat derajat kaum perempuan dan mencerdaskan bangsanya. Ia juga
mendirikan sekolah untuk kaum perempuan. Dan berusaha keras mengangkat derajat
kaum perempuan setingkat dengan kaum laki-laki.
3.
KI HAJAR DEWANTARA
Yang sebelumnya dikenal dengan nama Raden Mas Suwardi
Suryaningrat, sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.
Sejarah pendidikan beliau,setelah menamatkan Sekolah Dasar
Belanda (ELS), beliau meneruskan ke STOVIA ( Sekolah Dokter Bumi Putera ).
Beliau juga aktiv menulis untuk berbagai surat kabar, seperti Sedyotomo, Midden
Java , De Express dan Utusan Hindia.
Pada tanggal 25 Desember 1912 , R.M. Suwardi Suryaningrat
mendirikan Indische Partij (IP) bersama dengan Danudirja Setiabudi dan dr.Cipto
Mangunkusumo. Kemudian pada tahun 1913 beliau ikut membentuk Komite Bumi Putera
yang bertujuan menentang maksud pemerintah Belanda untuk merayakan 100 tahun
bebasnya negara itu dari penjajahan Perancis. Tulisan beliau yang berjudul “
Als ik een Nederlander was “ ( Sekiranya Aku Seorang Belanda ), menyindir
Pemerintah Belanda dengan sangat pedas sekali. Karena tulisan ini, beliau
dibuang ke negeri Belanda pada bulan Agustus 1913. Masa pembuangan ini
dimanfaatkan oleh RM Suwardi Suryaningrat untuk belajar mengenai pendidikan dan
pengajaran sampai memperoleh Europeesche Akte ( Akta Guru Eropa ).
Setelah menamatkan sekolahnya, Ki Hajar Dewantara kembali ke
Indonesia dan kemudian mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli
1922. Walaupun mendapat banyak ritangan dalam perjuangannya dibidang
pendidikan , kegiatan Ki Hajar Dewantara dalam dunia politik tetap
berjalan. Tahun 1943, Ki Hajar Dewantara Ikut membentuk Putera dan menjadi
salah seorang pemimpinnya bersama dengan Ir.Soekarno , Drs.Moh Hatta, dan KH
Mas Mansyur. Karena pengalaman dan perjuangan beliau di bidang pendidikan, Ki
Hajar sempat menjabat Menteri Pendidikan , Pengajaran dan Kebudayaan di zaman
kemerdekaan. Pada tanggal 26 April 1959, Beliau wafat dan di makamkan di
Yogyakarta.
4.
DOUWES DEKKER
Ernes Eugene Douwes Dekker atau lebih dikenal dengan nama
Danudirja Setiabudi, Lahir di Pasuruan , Jawa Timur pada tanggal 8 Oktober
1879. Beliau merupakan campuran dari Belanda, Jerman , Perancis,dan jawa.
Beliau pemimpin harian De Express. Pada tahun 1912 bersama
Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusuma mendirikan Indische Partij,
partai politik pertama yang lahir di Indonesia. Karena kegiatannya
dalam komite Bumiputera , Danudirja Setiabudi dibuang ke negeri Belanda pada
tahun 1913. Setelah lima tahun dalam pembuangan , Beliau kembali ke Indonesia
dan mendirikan perguruan Ksatrian Institut. Kegigihan dalam perjuangannya
menyebabkan beliau berulang kali dipenjarakan. Terakhir kali beliau dibuang
kembali ke negeri Belanda setelah sebelumnya pada tahun 1941 dipenjarakan di
Jakarta. Ketika perang Dunia II selesai, beliau pulang ke Indonesia secara
diam-diam dan ikut membantu perjuangan kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka,
Danudirja Setyabudi diangkat sebagai Menteri Negara dalam kabinet Syahrir III
dan menjadi penasihat delegasi RI dalam perundingan-perundingan dengan Belanda.
Beliau wafat dan di makamkan sebagai seorang muslim di
Bandung pada tanggal 28 Agustus 1950.
JASA DAN PERAN TOKOH DI SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN (Download http://www.ziddu.com/download/22136223/JASADANPERANTOKOHDISEKITARPROKLAMASIKEMERDEKAAN.docx.html )
MENGENAL DAN MENGHARGAI PERJUANGAN PARA TOKOH DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (Download http://www.ziddu.com/download/22136227/MENGENAL.docx.html )
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking